Duval: Bandit Anarkis


Clément Duval (1850 - 1935) adalah seorang anarkis individualis Perancis yang terkenal dan sekaligus seorang kriminal. Ide-idenya tentang reklamasi individu (dalam bahasa Prancis: reprise individuelle)[1] sangat berpengaruh di kemudian hari membentuk ide dasar mengenai ilegalisme. 

Duval sebelumnya sempat menjadi anggota batalyon infanteri kelima di Perancis-Prusia pada umur 20 tahun, di mana ia menjadi cacat karena terkena mortir. Akibat peristiwa ini, ia menghabiskan 4 dari 10 tahun berikutnya di rumah sakit. Tidak sanggup lagi bekerja, Duval berpaling ke pencurian. 

Setelah menghabiskan nya tahun penjara untuk pencurian delapan puluh franc, Duval bergabung dengan grup anarkis Panther Batignolles. Sebuah grup yang pada akhir abad ke 19, sangat meresahkan penguasa di Prancis. 

Pada 25 Oktober 1886, Duval menerobos ke dalam rumah dari seorang perempuan Paris yang kaya dan mencuri 15.000 franc sebelum dengan sengaja mengatur agar rumah tersebut terbakar. Ia tertangkap hanya 2 minggu kemudian setelah mencoba untuk menjual barang curiannya. Seorang polisi bernama beberapa kali Rossignol terluka saat percobaan penangkapan tersebut karena ditikam berkali-kali oleh Duval hingga hampir tewas. Polisi itu selamat luka-lukanya. 

Pengadilan kejahatan Duval menarik kerumunan pendukung dan kemudian berakhir dalam kekacauan. Ketika Duval diseret keluar dari pengadilan, ia berteriak "panjang umur anarki!". Pada awalnya ia dijatuhi hukuman mati, namun mengantisipasi kerusahan yang lebih besar akibat keputusan ini maka hukumannya kemudian diubah menjadi kerja paksa di Pulau Setan, Guyana Perancis. Saat itu, Duval sudah cukup populer di kalangan para anarkis individualis di Prancis. Ia merupakan pendukung utama dari ide pencurian dan perampasan properti orang-orang kaya sebagai tindakan revolusioner.[2] 

Dalam sebuah koran anarkis bernama Révolte, Duval dikenal karena pernyataannya yang menyatakan bahwa, "pencurian hanya hadir ketika terjadi eksploitasi manusia oleh manusia... ketika masyarakat menolak hakmu untuk eksis, kau harus merebutnya... polisi menangkapku atas nama hukum, aku menyerang balik mereka atas nama kebebasan ". 

Duval menghabiskan 14 tahun berikutnya dalam penjara, dan berusaha melarikan diri lebih dari 20 kali. Pada bulan April 1901, ia berhasil melarikan diri dari penjara atas bantuan seorang militan sindikalis bernama Régis Meunier. Duval kemudian menuju ke New York City, di mana dia tinggal sampai usia 85 atas dukungan para kamerad anarkis dari Italia dan Prancis di Amerika. 

Memoarnya diterbitkan pada tahun 1929 dan diterjemahkan oleh Luigi Galeani ke dalam bahasa Italia, untuk kepentingan diterbitkan di Italia. Pada 1980, Marianne Enckel dari C.I.R.A mengumpulkan tulisan-tulisan yang tercecer dan kemudian diterbitkan dalam bentuk sebuah buku yang berjudul: Clément Duval: Convict and Anarchist. 

* * * * *

Catatan Tambahan:
[1] Reklamasi individual adalah salah satu format dari aksi langsung (direct action) yang dikarakteristikkan melalui aksi pencurian properti orang kaya oleh orang miskin. Ide ini didasarkan pada tesis pengambilalihan diri yang sudah terekuperasi. Pembebasan individual ini secara etis muncul lewat konfrontasi langsung antara penindas dan budak. 

Salah satu basis teoritik yang melandasi ide ini adalah buku masyur dari Proudhon yang berjudul “What Is Property?”. Buku dengan pertanyaan terkenal itu pada akhirnya memberikan kesimpulan berupa jawaban singkat bahwa properti adalah pencurian (property is theft). Buku ini memberikan penjelasan bahwa properti pribadi yang dimiliki oleh para borjuis –dan kita semua pada hari ini- berasal dari pencurian. Pencurian ini tentu saja adalah proses eksploitasi antara manusia terhadap manusia yang lain. 

Konsep itu kemudian dipadupadankan dengan teori Bakunin yang terkenal, propaganda by the deed atau propaganda dengan tindakan. Sebuah tindakan langsung termasuk di dalamnya aksi kekerasan fisik untuk menunjukkan resistensi langsung dan terbuka kepada musuh untuk menginspirasikan kebangkitan menuju perang sosial. 

[2] Ide ini di kemudian hari menginspirasi banyak anarkis untuk melakukan pencurian dalam rangka membiayai aktifitas revolusioner mereka. Bandit-bandit seperti Bonnot Gang, Lucio, Jaime Giménez Arbe, Enric Duran atau para anarkis perampok bank kontemporer di Yunani.

* * *
Artikel ini dipersembahkan sebagai serial berkelanjutan yang akan memuat profil para insureksioner yang telah dengan berani menjalani kehidupannya. Mereka yang tidak hanya sekedar bicara, namun melangkah lebih jauh dalam praktik revolusionernya.

NEGASI crew

0 komentar:

Posting Komentar